Polsek Driyorejo Berlatih PPGD

Driyorejo – Untuk mengasah ketrampilan angota polisi dalam menangani suatu kasus perlu di lakukan pelatihan – pelatihan. Khususnya penanganan kasus darurat misalya kasus kecelakaan lalu lintas, orang pingsan dan sejenisnya harus memerlukan penanganan khusus dan tertentu.

Senin tanggal 22 november 2021 pukul 09:00 wib seusai pelaksanaan apel pagi bertempat di gedung serbaguna polsek driyorejo, anggota polsek driyorejo dan koramil 0817/01 driyorejo melaksanakan pelatihan PPGD ( Penanganan Pasien Gawat Darurat ) oleh team dokter Rumah Sakit Petrokimia Gresik driyorejo.

Dalam keiatan tersebut penyaji dari rumah sakit Petrokimia Gresik Driyorejo dr. Arif bersama team memberikan materi penanganan pasien gawat darurat ( PPGD ) sebagai wawasan kepada anggota Polsek dan Koramil driyorejo agar bisa menambah bekal ketrampilan dalam penanganan awal untuk melakukan pertolongan apabila menjumpai kasus yang memerlukan penanganan khusus / darurat. “Pastikan aman terlebih dahulu apabila menjumpai kasus yang memerlukan penanganan khusus/darurat ( Aman penolong, Aman pasien dan Aman lingkungan ), mintalah bantuan kepada warga sekitar, periksa denyut nadi, beri rangsangan untuk mengetahui respon pasien. Apabila mempunyai kecakapan dalam melakukan pertolongan silahkan bawa ke rumah sakit terdekat atau kalau tidak mempunyai kecapakan dalam menolong pasien segeralah menelephon ambulance untuk segera di evakuasi ke rumah sakit terdekat. Sebaiknya jangan melakukan pertolongan sembarangan di khawatirkan apabila tidak ada keahlian malah menjadi beban bagi korban/pasien.” Jelas dr. Arif.

Kapolsek driyorejo Kompol H.M. Zunaedi, S.IP mantan kasat binmas polres gresik yang memimpin kegiatan tersebut menjelaskan bahwa kegiatan PPGD ( Penanganan Pasien Gawat Darurat ) bertujuan untuk memberi wawasan dan ketrampilan anggota polsek dan koramil dalam penanganan pasien gawat darurat. Harapannya dengan diadakan pelatihan PPGD ( Penanganan Pasien Gawat Darurat ) anggota semakin trampil dan profesional sesuai tupoksi dilapangan apabila menjumpai kasus darurat sehingga tidak sembarangan dalam melakukan pertolongan pada korban yang sifatnya membutuhkan penanganan khusus/darurat.

Kegiatan dilanjutkan dengan peragaan praktek dengan menggunakan boneka replica.

(Jw)

By REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *